Aku kuat
berarogansi tinggi
Lebih
hina dari nafsu satir dunia
Sudah
jatuh masih serakah jua
Sudah
terinjak masih teroptimis busuk
Interaksi
pada Tuhan bermain prasangka
Tak ada
toleransi vertikal untuk kegelapan
Kini
siksa menyetubuhi dendam
Setara
dengan teori intensitas cahaya
Dimanakah
pelangi hitam pemuji netralisme?
Yang
berargumen fana menusuk kebajikan
Sudah
saatnya bergerilya di belakang cerita
Dengan
masih membawa penghantar keji
Aku dan
melodi mendoktrin sarkasme
Aku dan
distorsi menguji hati yang benci
Sampai
kini tak ada titik balik pengampunan
Dogma
yang dulu teranggap mutlak
Berbaur
dengan abu vulkanik neraka
irhasfii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar