Bukanlah
dewi yang membenci kematian
Yang
hanya bisa melanglang buana pergi
Mencari
dan menikmati halo ataupun pelangi
Lalu ia
ambil setitik kehidupan tuk hari matinya
Jika
memang ia yang ada di khayalku
Sudah
aku lupakan saat itu juga kasih
Karena
aku tahu jumlah sayapnya tinggal satu
Simbolik
kesempatan sebuah penghirupan
Sesungguhnya
merupakan kesederhanaan murni
Yang apa
adanya namun mengalir di ujung hati
Bergejolak
layaknya kecamuk api di lembah jiwa
Penuh
khawatir hingga memanah target Sagitarius
Hingga
jatuh kepingan rindu menusuk kalbu
irhasfii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar