Kumulai
tirai pagi seperti biasanya
Membuka
pintu kelopak mata dan menguap malas
Tak
kujatuhkan lagi kantuk dipagi itu
Angkat
raga menuju pintu kayu yang rapuh
Melawan
raja kantuk beriring negatif rasa
Kutarik
kaki kanan dan kiri menjadi sinkron
Kuajak
semua raga berkaca di bawah fajar ini
Tepat di
depan cermin berembun pagi
Lihatlah
performa saat air menabrak wajah
Seperti
membasuh luka dan kotornya dosa
Setetes
demi setetes membawanya keujung lubang
Berharap
semua dosa mengalir begitu saja
irhasfii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar