Label

Minggu, 23 November 2014

Amplitudo keletihan Mata



Kantuk yang begitu tajam datang dari sisi kelam
Tak ada permisi yang manis ataupun sapaan tersirat
Segala yang tergerakkan membeku mati akibat invasi
Setelah itu hancur dan mudah mati

Aku terkulai diatas meja kayu bermotif kasar
Tekstur permukaanya membuat kulit gatal
Kusentuh sisi meja untuk meraih dasar
Dan turun lalu berdiri tegak melawan rasa fatal

Demi segala cahaya yang silaunya membutakan mata
Aku berusaha hidup tanpa tenaga dan mati rasa
Tertuang hasutan baka dan celaan intensitas cahaya
Namun aku tetap mencoba menjiwa pada kelopak mata

Tutup dan buka tameng pupil menahan raja
Raja fana dari dunia tutup mata
Apa yang terjadi pada episode selanjutnya?
Ternyata akhirnya akupun mati juga

 irhasfii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar