Kami mencoba hal ini untuk merasakan kearifan lokal penduduk sekitar yang memberikan respon baik ketika kita lelah mengumpulkan barang bekas dari kotak rongsok mereka, ataupun menolak secara gengsi saat kami mengkorek-korek untuk mencari barang yang masih bisa kami daur ulang. Hal ini juga membantu kami bercengkrama lebih dekat dan hangat bersama pedagang-pedagang dari luar kota, melihat keringat perjuangan dibalik canda tawa mereka yang dibungkus dengan selera humor asal daerahnya masing-masing. Beberapa jam setelah kami melangkahkan kaki dari rumah, sesekali bertemu dengan orang-orang yang mengenal kami dan bertanya tentang apa yang kami lakukan, atau sekedar meledek setelan pakaian kami. Cobalah hal ini di waktu luang, dan rasakan teriknya radiasi matahari, kerasnya polusi udara, cemoohan dari teman-temanmu, canda tawa saat berkumpul dengan pedagang lainnya.
Irhasfii
Bersama Rivaldi, penulis Pagi dan Senja




Tidak ada komentar:
Posting Komentar