Label

Kamis, 01 Desember 2016

Aku Bukan Dilan (A Video by Fajar Shid)



AKU BUKAN DILAN
_____________________________

Tak usah kau meminta aku
membaca novel Dilan,
jika menurutmu
itu hal yang hebat
untukku meluluhkan hatimu

Dilan menggunakan ide hebatnya
karena dia adalah Dilan.
Yang sepatutnya kau tahu kini,
Dilan tidak bisa seperti aku
Begitupun sebaliknya

raungjiwa, 2016
_________________________

A video by @fajarshid
Talent @mrobbyana

Pembacaan Puisi "Revolusi Sebatang Wanita Api" di Pecandu Buku Bersila 7



Lihatlah sebatang korek api
Asumsikan seperti apa yang kau pikirkan
Aku menyukai seorang wanita
Berubahlah ia menjadi
{SEBATANG WANITA API}

Genggamlah sebatang wanita api itu
Asumsikan ia seperti apa yang diinginkan
Pesona nya sungguh membakar seperti naga
Maka berubahlah ia menjadi
{SEBATANG NAGA API}

Bawalah sebatang naga api itu
Rawatlah seperti sosok kesayanganmu
Karena ia adalah naga, maka
Kupanggil ia sebagai
{SEEKOR NAGA API}

Wahai dirimu dengarkanlah aku
Wanita yang aku cintai itu
Bukanlah sebatang mawar yang elok
Yang selalu dipuja-puja banyak pria

Wanita itu bagaikan sebatang korek api
Begitu sederhana
Begitu biasa-biasa
Begitu cukup untuk menghadirkan pesona

Aku datang padanya sebagai api
Dan membakar hulu belerangnya
Olehkulah dirinya bisa terbakar
Bukan lagi sebagai sebatang korek api
Namun
{ S E E K O R - N A GA - A P I }
________________________________________
Puisi: @raungjiwa
Gitar: @rifkyardikha
Video diambil: @ghazyfawwaz
Video diedit: @fiersabesari

Puisi Sengketa di acara Launching Buku Sengketa (Wandi Badindin)



Kopi, dikambinghitamkan sebagai alasan membayar rindu dengan bersua, bercengkrama atau rapat ria. Kafe-kafe sedang menganga akhir pekan ini, jangan dulu lah, aku sedang seret cuk, dompetku sedang menjadi naga yang kehabisan api nya. Malam ini aku selingkuh dulu dari orisinilnya arabika dengan instan nya Torabika.
____

Puisi ini berjudul "Daun Kopi yang Gusar"
Dibacakan saat launching buku "Sengketa" karya si Uda Wandi di Perpustakaan Pecandubuku

Video diambil oleh si Via

Puisi diberi bumbu melodi oleh si Abe

Mosi Abadi Dari Reinkarnasi (Musik oleh Merah Bercerita)




MOSI ABADI DARI REINKARNASI
(Selamat Hari Lahir Wiji Thukul)
26 Agustus - ?


Saban waktu tatkala jiwa lain bernafas,
kau sedang dihujani cemas. Anak dari waktu-waktu kegusaran sudah tak lagi belia namun mereka menjelma serupa api yang menagih jelaga tetap ada.

Interval waktu hanya perihal penulisan sahaja yang tersemat di permukaan padung-padung kayu atau buku-buku sejarah pelajar yang sejatinya mereka harus tau apa yang pernah terjadi tatkala kau sedang bernafas.

Tanda tanya besar melempar spekulasi bahwasannya masih ada dimensi ruang dan waktu selain yang kami diami di sini.

Masih saja hingga kini kau mengajari kami bahwa membela adalah mosi diri, diinjak berarti mati, maka militanlah yang berjalan abadi.

Hilang
Hilang
Hilang

Kau tidak hilang, yang hilang takkan kemana, karena ia takkan ada dimana-mana

Hanya ada dan berlipat ganda

Raungjiwa 2016

"Sajak Tan Malaka di Jakarta, 1945" dalam buku Rusa Berbulu Merah karya Ahda Imran



"Sajak Tan Malaka di Jakarta, 1945" dalam Rusa Berbulu Merah karya Ahda Imran

Sajak-sajak Ahda Imran dalam kumpulan ini berhasil membuat aku menyukai mosi pembawaan kelampauan pada kekinian, membungkus nya menjadi sesuatu yang bisa dikhayalkan oleh manusia-manusia kini, juga sebaliknya, membuat aku berhasil masuk ke dalam beberapa lapisan waktu.
.
Jika Pak Ahda Imran membaca caption ini, aku menitipkan salam dari Pak Wawan Gurandil teman kecilmu di Kota Cimahi, teman seperjuangan berteatrikal dan berkarya seni lainnya. Beliau sudah bercerita tentang masa lalunya denganmu juga perjuanganmu dalam berkarya seni.

Ah siang ini hujan lagi

Jumat, 17 Juni 2016

MERANGKAI MESIN WAKTU



----------------------------
Mengumpulkan benda-benda lawas adalah salah satu jalan pintas sebuah pemikiran untuk bernostalgia dengan suasananya sendiri. Kau akan merasakan sensasi mesin waktu selain dari sebuah rupa, wangi dan keadaan melainkan dari mood benda-benda dan sejarah nya.

Bak berpetualang bagi seorang petualang,  bak berlayar bagi seorang pelaut dan bak memburu bagi seorang pemburu. Begitupun seorang kolektor berfantasi saat memburu, memilih dan memutuskan benda yang dimana ia ingin menjatuhkan hatinya.

Mengumpulkan barang jadul seperti aku merangkai mesin waktu ku sendiri untuk bepergian ke masa lalu.
----------------------------