Label

Jumat, 20 Februari 2015

Other side of Summer and Rain








          Sejak kecil saya ingin sekali menjadi raksasa yang bisa menginjak perkotaan, memakan pepohonan dan berenang di lautan luas. Hal itu sangat-sangat tak mungkin terjadi bung karena imajinasi sebatas iklan fantasi yang muluk-muluk di pikiran saja haha. Oke, jika kita tak bisa merealisasikan hal yang diinginkan, maka kita harus mencari alternatif kemungkinannya bung.
        
          Saat kita tak bisa memiliki atau mendapatkan suatu hal tersebut maka kita dapat membuat sendiri hal itu berdasarkan kreativitas yang dimiliki. Sejak saat itu saya menyukai berbagai hal yang berukuran kecil seperti miniatur, diorama, dan maket arsitektur, maka saya serin gkali membuat nya baik dengan material yang dibeli di toko ataupun memanfaatkan barang bekas bahkan bahan alami yang berserakan di alam.

          Saya menyukai instalasi maupun dekorasi yang berkonsep natural dan native, maka kali ini saya memutuskan untuk membuat instalasi potongan alam terbuka yang terdiri dari tanah,sungai,rumput,batu,pohon, dan rusa sebagai hewan favorit saya.Instalasi ini saya beri judul "Other side of Summer and Rain"
Dan instalasi ini saya dedikasikan pada acara Summer and Rain yang menurut saya cocok dengan konsep event di alam terbuka nya,band-band folk favorit dan icon rusa yang tergambar di pamfletnya, maka itu saya langsung memutuskan membeli tiket nya huehehehe


"Beneath the Fire" (Metal Artwork)






Sekedar nyoba cadas-cadasan :p

Luna, aku masih lirih


Di puncak ini aku umpankan sedikit cahaya
Berharap kau turun dan memesona
Namun hingga fajar menyingsing kau tak kunjung jua
Karena surya menarik performamu paksa

Kau luna, kau cahaya bulan
Yang aku tunggu di singgasana malam, namun tak nyata
Bila kau turun dengan pengharapan
Lihatlah, aku masih lirih dengan luka menganga

Memo Pada Penyakit


Bagi Kami

Bagi Kami

Mungkin ini pesan yang lama tersirat dari penderita rabun
Bagi kami inilah satu satunya jembatan untuk menikmati keindahan alam yang semesta suguhkan.
Lanskap tanah dan pepohonan
Daun gugur oleh hembusan angin
Gejolak ombak di jalur badai
Ribuan gemintang yang tergantung di balik atmosfer.
Semua itu bisa kami lihat dan kami rasakan akhirnya.
Seumpama seorang yang tak bisa berjalan, ini adalah kursi roda nya, seumpama orang yang sulit mengunyah, ini adalah kawat giginya, seumpama orang yang skoliosis, ini adalah penyangganya, seumpama pengidap asma, inilah semprotan kecilnya yang selalu dibawa kemanapun.
Seumpama kami, ini adalah armada yang membantu kami mengarungi lautan pergerakkan sehari - hari.

irhasfii

Usang Berdebu


-DEUCE-


Kisah Rival Atas Darah


Pada Akhirnya


Luna, aku sudah bergemuruh

Luna, aku sudah bergemuruh

Setelah bombardirnya kacau ini
Kau tahu?
Segeram-geramnya gemuruh
Kan kembali tenang meriak jua

Bangsat, aku terjebak dalam kurva statis.

#raungjiwa #puisicinta #puisipagi #puisivisual #prosatorium #tentangluna

AMHTSA IV


AMHTSA III

Review:
Kami segenap organ tubuh kedatangan tamu yang tak diundang namun seringkali datang untuk mengemis ruang di tubuh.

Meski celah tak kami luangkan untuk sosok bajingan ini, ia tetap memaksa berada menjelma udara dan memberikan salam sapa, tersenyum pada anggota tubuh bagian dada.

Kami tak menyana ia akan seperti apa setelah katup mata tertutup dan sebagian titik otak berhenti bekerja untuk beristirahat.
Kami tak menerka-nerka gelagat buruknya setelah kami berusaha berjuang mengusir bajingan ini keluar dari tubuh.

Parasit tetaplah parasit, dan aku sebagĂ i tumbalmu, jika kau menginginkan sebentukkan ruang di tubuhku, maka aku mohon jangan mengikat sadis rongga di dadaku.

Tunggu aku di perempatan malam ke sekian ratus kalinya.
Kita lihat siapa yang akhirnya menjual jiwanya untuk sebuah kemenangan.

Salamku, pada pejuang kebebasan di rongga dada.
Bandung, 16 Februari 2015

AMHTSA II


AMHTSA I


Selamat Berjuang!