Angkara murka takkan berakhir
hingga satu meregang nyawa
Derajat mendominasi hasrat diri
Saling menginjak dan melukai
Nafsu liar menjelma mengalir dalam darah
Tak kenal raga milik siapa
meski satu daging dan tulang menjadi alasan
Menenggelamkan tatapan kosong
Memperindah gestur tuk berdiri tegak
Melepas aroma kesumat angkat kaki
Kendalikan sukma,meski tumbuh bersimbah darah
irhasfii

Tidak ada komentar:
Posting Komentar