Label

Jumat, 16 Januari 2015

Pengagum Senyum


Objek Terdeteksi


Suatu pencarian itu memakan waktu yang relatif lama
Sederhana atau rumitnya kesiapan tetaplah sebuah proses
Terkadang memaksa kembali pada posisi awal
Saat pertama mendeklarasikan berbagai prasangka

Hingga pada akhirnya sebuah objek terdeteksi

Percikkan Hujan Pada Jendela


Selamat Pagi


Berisik!


Lidahmu melesatkan serupa mesin pembunuh waktu
kau merubah susunan detik menjadi kata-kata
yang tak perlu kau lontarkan
meski akhirnya hanya kepuasan yang kau puja

Satiran dan bualanmu memekakkan telinga
disini, aku tenang

irhasfii

Kamis, 08 Januari 2015

#Jika aku adalah perahu yang melawan badai, aku akan berkata


#Jika aku adalah gugusan bintang, aku akan berkata


#Jika aku adalah riak, aku akan berkata


#Jika aku adalah petir,aku akan berkata


Ambillah Hikmah dari sebuah kesederhanaan.








Kami mencoba hal ini untuk merasakan kearifan lokal penduduk sekitar yang memberikan respon baik ketika kita lelah mengumpulkan barang bekas dari kotak rongsok mereka, ataupun menolak secara gengsi saat kami mengkorek-korek untuk mencari barang yang masih bisa kami daur ulang. Hal ini juga membantu kami bercengkrama lebih dekat dan hangat bersama pedagang-pedagang dari luar kota, melihat keringat perjuangan dibalik canda tawa mereka yang dibungkus dengan selera humor asal daerahnya masing-masing. Beberapa jam setelah kami melangkahkan kaki dari rumah, sesekali bertemu dengan orang-orang yang mengenal kami dan bertanya tentang apa yang kami lakukan, atau sekedar meledek setelan pakaian kami. Cobalah hal ini di waktu luang, dan rasakan teriknya radiasi matahari, kerasnya polusi udara, cemoohan dari teman-temanmu, canda tawa saat berkumpul dengan pedagang lainnya. 


Irhasfii
Bersama Rivaldi, penulis Pagi dan Senja

Sabtu, 03 Januari 2015

Altar Sementara




Aku sang musafir pencari inspirasi segar
Menunggu rangkaian mentah dari keindahan
Berpindah alas duduk bagai bahtera yang berlabuh
Dan mengeluarkan kesederhanaan senjata

Terkadang rindangnya pohon dan tiupan angin
Menjadi pelabuhan sementara dimana aku berdiam
Terkadang pun kesegaran rumput beserta embunnya
Menjadi altar sementara dimana aku bermonolog

Altar ku beribu tempat
Terkadang berbalik kembali ke tempat yang sama
Untuk menunggu rasa yang sama juga
Yang pesona nya membuat kerinduan yang berbeda

Pagi ini kursi kayu panjang menjadi altar agung
Dua pohon peneduh layaknya payung sang Raja
Lalu lalang manusia terlihat begitu acuh
Menjadi ornamen dari diorama Altar Sementara

irhasfii

Gradasi Maut





Senja tak selamanya kekal
Senja itu indah bersama lanskap langit sebagai latar performanya
Dan udara yang mulai menusuk setiap tubuh yang hidup
Juga keadaan yang hidup di sekelilingnya

Senja adalah hidup
Senja adalah sekarat
Malam adalah maut
Dan pagi adalah kebangkitan

Saat senja datang,turun ke bawah bumi
Saat itulah gradasi yang menjadi batas
Antara siang dan malam
Sebagai ilustrasi dari perjalanan kehidupan

Senja adalah dimana semua orang berubah
Mematikan aktivitas menuju peristirahatan
Pintu awal menuju kejahatan malam
Dan alasan pengubah perangai jiwa

irhasfii