Label

Jumat, 26 Desember 2014

Auman Fantasi



 

Kunyah dan telan seluruh batang ini
Maka tumbuh saat sang tawa merenggut waktumu
Darah berdesir mulai menari kaku
Berputar mencoba melawan batas normal

Bulatnya mata membuat ingin terus memutar
Mengejar titik buta diujung penglihatan
Memerah membaur darah
Bergetar menusuk pangkal amarah

Semua halusinasimu memasuki akal dan pikiran
Rasa ingin membunuh mulai menyatu
Biar mencari akar kemelut sekelilingmu
Terkadang diam dan membatu

Irhasfii

Acuh sang pembunuh




Sewaktu-waktu kau datang
Dalam keadaan yang sama
Menyimpan senyum dan memasang acuh
Sebagai ornament drama mimpi ini

Kau gadis yang selalu datang tiba-tiba
Namun pergi dengan tiba-tiba juga
Apa maumu di duniaku ini?
Seharusnya kau bisa merubah diri

Kelak kau akan tahu tentang keacuhan
Yang pesonanya membunuh senyum yang hadir
Membenamkan tawa yang bernada
Dan membuat musuh menolak pagi
 
irhasfii


Minggu, 14 Desember 2014

"Luna"


Luna,aku coba mengutuk surya saat siang datang,
agar kau hadir kembali di sisi kesederhanaanku
Luna aku masih lirih. 

Minggu, 07 Desember 2014

Sesi Rehat


Kami disajikan diorama alam yang tertata indah saat diujung puncak bayangan,disana tergenang telaga yang beningnya seperti aquascape,juga edelweiss yang tak renggang menjadi ornamen lanskap alam itu.
Papandayan Mt.

Malam Jatuh Tersungkur

Kami melihat jelas malam jatuh tersungkur pada dimensi keterasingan,disanalah harumnya pucuk pagi terasa menenangkan jiwa-jiwa yang lelah. Papandayan Mt.

Sabtu, 06 Desember 2014

Menolak redup


Menolak tumbang sia-sia
Sebelum sebuah atau beberapa hal tercipta
Selama masih ada zat pemicu keajaiban
yang belum tumpah ke bumi

Karya dari seorang manusia 
akan hancur sebelum waktunya
Jika berhenti karena malas
bangunlah wahai aku

Buatlah halaman ini kokoh
Menjadi penolong pendukung rindu
Setiap jiwa pemikat keindahan


irhasfii